my site

Tidak ada yang sia-sia dari apa yang sudah diberikan Tuhan kepada umatNya, hanya orang berakal yang mampu melihat indanya dunia..._AW_

Message

WELCOME to my BLOG...

Selasa, 14 Desember 2010

Perbedaan IPv4 dengan IPv6

IPv4
- panjang alamat 32 bit (4 bytes)
- dikonfogurasi secara manual (DHCP IPv4)
- dukungan pada IPSec opsional
- fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan dapat menurunkan kinerja router
- tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte
- checksum termasuk pada header
- header mengandung option
- menggunakan ARP request secara broadcast untuk menerjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer
- untuk mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal, digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP)

IPv6
- panjang alamat 128 bit (16 bytes)
- tidak harus dikonfogurasi secara manual, bisa menggunakan address auto configuration
- dukungan pada IPSec dibutuhkan
- fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
- paket link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte
- checksum tidak masuk pada header
- data optional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions header
- ARP request telah digantikan oleh Neighbor Solicitation secara multicast
- Internet Group Management Protocol (IGMP) telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)


Potensi Dasar Mahasiswa

1. Mahasiswa sebagai peserta didik yang dipilih melalui seleksi mempunyai potensi sebagai pemikir, calon tenaga ahli dan calon tenaga professional serta sekaligus sebagai penggerak pembangunan masyarakat.
2. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda dan manusia “ dewasa muda” pada umumnya dan sekaligus sebagai kekuatan moral sering dijadikan panutan, tumpuan dan harapan para pelajar, pemuda dan masyarakat.
3. Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika memiliki kebebasan mimbar akademik yang memberi peluang menguasai, teknologi dan seni melalui penguasaan metode dan berbagai teori yang telah teruji kebenarannya, disamping mengembangkan wawasan keilmuan.
4. Mahasiswa sebagai insan pembangunan bangsa memiliki intelektualitas dan motivasi yang tinggi untuk mengabdi pada bangsa dan Negara.

karakteristik MAHASISWA

Secara garis besar mahasiswa dapat dipandang sebagai “change of agent”. Pada sisi lain mahasiswa harus dapat berperan untuk mempertahankan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.
Karakteristik tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
1. Sikapnya yang responsif, selalu menghendaki setiap upaya yang dilakukan direspon secara cepat sesuai dengan keinginannya.

yang KIRI, yang Menawan

Kamis, 24 Juni 2010 | 06:56 WIB
Oleh: Muhammadun AS
Analis buku, Peneliti Cepdes Jakarta.

Judul buku : Is Islamic Law Secular? A Critical Study of Hassan Hanafi’s Legal Philosophy
Penulis : Yudian Wahyudi
Penerbit : Pesantren Nawesea Press Yogyakarta
Cetakan : 1, 2010
Tebal : 88 halaman

Perdebatan ihwal interpretasi wahyu dalam kajian Islamic studies telah menampilkan pergolakan besar dalam peta pemikiran di dunia Islam. Mereka yang establish dengan romantisme wahyu melihat wahyu sebagai doktrin yang mutlak harus diikuti, tanpa reserve. Akal manusia harus tunduk sepenuhnya dengan doktrin yang telah dikabarkan wahyu. Keluar dari doktrinasi wahyu, maka akal bisa dijustifikasi sebagai “kafir” (pembangkang), dan bahkan akal kelak akan mendapat azab besar, karena menyalahi doktrin wahyu yang suci.

HimpunanQ - 2

 PLANNING
Seperti yang diketahui bahwa HMl sebagai organisasi kader dengan Islam sebagai sumber nilai, motivasi dan inspirasi yang berperan memperjuangkan kemajuan Islam di dunia untuk menciptakan kader yang berpendidikan tinggi, berpengalaman luas, berfikir terbuka, rasional, objektif, dan kritis, serta dapat mempertanggungjawabkan ilmu yang dipelajarinya secara ilmiah. Di organisasi HMI inilah, kader diberi ruang untuk berlatih mengelola organisasi untuk mencapai misi dari suatu organisasi.

HimpunanQ - 1

Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprakarsai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) bersama 14 orang mahasiswa lainnya pada hari Rabu, 14 Rabiul Awal 1366 H, bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947 di Yogyakarta. Dengan latar belakang pemikirannya adalah “Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Akibat dari system pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Oleh karena itu, perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran manusia yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan NKRI ke dalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.”